Drama Kacau (Khas Sinetron Indonesia)

Tugas praktek yang paling payah : Buat Film. Gila...!! Buat nyari nilai buat ujian praktek aja susahnya minta ampun... Padahal mapel yang lainnya nggak sampe segitu-gitu amat. Tugas paling gila yang pernah gue (“kami”, kalo di kelompokku) kerjakan. Tapi memang, banyak pengalaman yang gue dapet dari nyelesiin tugas ini.. Salah satunya : Gue pernah megang handycam.. Yes !! Haha... Banyak juga cerita-cerita lucu dibalik layar.. Dibalik susah ternyata ada senangnya juga...

Kami (gak pake “gue” lagi, entar dikira egois..) membagi tugas supaya kita dapat cepat selesai. Beberapa orang mengerjakan skrip dialog untuk pemeran, diantaranya Dekir, Iswan, dsb. Beberapa lagi menyiapkan properti, kayak sayuran (karna di film ada adegan jualan sayur), kostum, dsb. Dan sisanya mengurus lokasi untuk tempat syuting. (jika belum tau siapa Dekir, Iswan, dkk bisa mampir ke RepsolSmanka.blogspot.com)

Kami sempat bingung, nggak tau kan kenapa kami bingung?? Kalian pasti bingung kenapa kami bisa bingung kayak gini.. Karena eh karena, ternyata nggak ada handycam-nya! Dengan keterpaksaan yang amat dalam, akhirnya diputuskan untuk syuting dengan camdig gue... Bisa kalian bayangin, hasilnya kayak apa coba...

Pada hari Selasa, 30 Maret lalu kami yang terdiri, antara lain Dekir, Imah, Wihardi, dan tentu saja gue survei ke lokasi syuting : Serang. Lokasi begitu terpencil, jalan aspal bak sang bulan, masih banyak pohon yang tumbuh jadinya adem. Dan... kami mendapatkan lokasinya. Setelah itu, kami langsung mencari lokasi lain, yaitu sungai. Dimana? Berdasarkan data yang ada, diputuskan memakai setting sungai di Perum Gandarum yang tentu sudah kami survei dulu. Hari itu pun kami gunakan untuk mempersiapkan syuting esok harinya.

Keesokan harinya, seperti biasa, kami melaksanakan Ujian Praktek dulu di pagi harinya. Setelah di skul nggak ada aktivitas, kami mulai kumpul untuk berangkat syuting. Let’s Go!!

10 menit berlalu, kami pun tiba di lokasi syuting. Pemain yang akan di shoot langsung ganti kostum, yakni Risda, Gigin, Garet, Imah, Titik, dan Fajar. Syuting pun berjalan tanpa hambatan. Hari menjelang siang. Jam hape menunjukkan pukul 12:05, akhirnya kami pun pulang dan pamitan dengan pemilik rumah yang dijadikan “arena bermain” kami...

Kamis 1 April, kami mendapati ternyata gambar yang kemarin diambil ternyata sangat jauh dari harapan.. Jauuuuuhhh banggeeeettt... Akhirnya kami melakukan rapat dadakan untuk menentukan sikap. Dan masalah pun pecah setelah akhirnya Rizqi mendapatkan info tempat penyewaan handycam dan berhasil mengontaknya. Yeah...!! ADe Art, terletak di Kesesi yang tak lain masih sodaranya Rizqi. Lebih murah dibanding dengan penyewaan handycam kelas IPS 1 yang Rp 400.000 + cameraman. Di ADe Art, untuk 1 buah handycam hanya dikenakan Rp 150.000. Murah banget khan...??

Setelah kami (Wihardi, gue, Rizqi, Fajar, Gigin, en Barozi) mendatangi ke tempat tersebut dan melakukan kesepakatan tentang ketentuan penyewaan handycam. Kemudian, kami langsung tancap gas ke rumah’e Titik, Rejosari Bojong. Disana telah berkumpul banyak anggota dari tim yang sedang ngobrol. Kami datang dan melakukan rapat kecil. Keputusan yang diambil adalah membatalkan lokasi di Serang dan menggantinya dengan lokasi di Rejosari. Karena kami menganggap mereka terlalu matrelialistis sehingga akhirnya kami meninggalkan mereka, dengan dua amplop berisi sejumlah uang Rp xxxxx (hhaha... maap disensor). Dan syuting yang sebenarnya akan dimulai hari Jumat, 2 April.

Dengan segala pencerahan diatas ternyata tak juga membuat masalah menjauh dari kami. Hari jumat bertepatan dengan Paskah yang notabene 2 anggota tim kami merayakannya, Margareth dan Rachel. Mereka berdua tidak bisa hadir tepat waktu dan bisa juga mereka pulang awal karena hal tersebut diatas. Karena tidak bisa ditunda, syuting pun tetap dilaksanakan esok hari.

Syuting berlagsung selama 3 hari, yaitu Jumat, Sabtu, dan Minggu. Banyak lokasi syuting yang diganti menyesuaikan tempat dan waktu karena kendala-kendala yang ada.

Finally.... akhirnya pada hari Minggu sore kami berhasil merampungkan syuting untuk keperluan niali Ujian Praktek Bahasa Jawa. Dan 5 cowok bertugas mengembalikan handycam dengan sejumlah uang penyewaan.


Oh ya, tim gue terdiri atas Risda, Margareth, Gigin, Imah, Rachel, Rizqi, Titik, Diah, Ani, Indah, Dekir, Fifin, Iswan, Kusti, Zaki, Fajar, Wihardi, Sigit, Ozi, dan tentu saja gue donk..!! Pengalaman pertama jadi cameraman, ternyata sayah juga, ngikutin terus kemana syuting berlangsung en gak boleh absen. Yang lainnya istirahat, gue tetep ngambil gambar adegan yang pemainnya sudah ready. Huufffttt....

Bagi kalian yang pengen liat hasil karya kami, silakan hubungi Tim 1 dari IPS 2 tahun 2010. Cheeerrrrsss...!!

Penulis : degiam ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Drama Kacau (Khas Sinetron Indonesia) ini dipublish oleh degiam pada hari Sabtu, 10 April 2010. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 2 komentar: di postingan Drama Kacau (Khas Sinetron Indonesia)
 

2 komentar:

  1. alah bodo amat.....!! egp

    peace ^-^v

    q yo buongko og
    tp nyenenging jg denx!!
    q jd ktaghan suting, maklum biasanya q striping di hollywod!

    BalasHapus
  2. ichin sapa ya...???
    boleh tukeran link blog???

    BalasHapus