Ini Bisnis Haram atau Halal??

Setiap gue kehabisan kebutuhan hidup macam sabun mandi, odol, sabun cuci, dsb gue pasti pergi ke Alfamart yang letaknya tak jauh dari kosan. Huff.... Tugas banyak cuy Begitu tiba disana, gue langsung masuk dan mencari yang gue butuhkan... kemudian antre di kasir. Tapi gue sedikit heran Apa pasal??

Gue ngeliat kasirnya cewek, tinggi kira-kira 160-an, beratnya 40-an lah, ukuran dadanya 34 B, eh salah... jadi enggak konsen, malah bayangin yang enggak-enggak... Kasir tuh berjilbab, keliatannya orangnya baik en alim... Tapi ketika gue melihat ke pembelinya, orang yang sedang itungan dengan kasir tadi, membeli minuman beralkohol. Nah lho?? Pemandangan seperti itu sudah biasa bagi kalian? Tapi bagi gue, pemandangan seperti itu sangat lah tidak beres...

Dulu sewaktu gue di SMA, diajarin sama guru agama yang namanya Bu Umi, kalo yang terlibat dalam produksi, distribusi, sampe konsumsi barang haram adalah hukumnya haram, alias dosa. Termasuk minuman beralkohol. Mulai dari produsen, agen distributornya maupun konsumennya, kesemuanya itu dosa, termasuk yang memuluskan distribusi sampe ke tangan konsumen, seperti bartender di bar yang menuangkannya, maupun pelayan yang mengantarkan minuman tersebut sampe ke tangan pembeli, dsb. wooww !!!

Gimana dengan kasir tadi?? Apa hukumnya? Kan dia termasuk yang memuluskan langkah dalam pendistribusian minuman beralkohol tersebut ke tangan konsumen... Pertama, berhubung aku bukan guru agama dan pengetahuan agama ku masih sangat minim sekali, gue enggak bisa memutuskannya begitu saja. Kedua, hidup sekarang sangatlah kompleks, bukan hanya sisi religi, tapi juga terdapat sisi ekonomi, sosial, politik, budaya, dsb. Jadi jika ingin memutuskan, harus mengkajinya dari semua sisi.

Tapi, kalo menurut gue pribadi (ini pendapat orang awam loh, jangan dijadikan patokan, cukup sebagai referensi saja) hukum kasir tadi adalah dosa. Kenapa eh kenapa, dilihat dari sisi religi saja (dalam hal ini Islam) sudah salah kaprah. Kalo memang karyawan mini market (Alfamart, Indomart, dsb) itu bekerja berdasarkan penempatan dari bosnya, ya itu nasib.. Tapi kalo bisa memilih di cabang mana dia akan bekerja, ya itu berarti kesalahannya sendiri... (maap, soalnya gue enggak tau gimana sistem pembagian karyawannya)

Sekarang, gimana dengan bisnis virus dan antivirus??

Maksudnya bukan para raksasanya antivirus dunia macam ESET, Kaspersky, Symantec, dsb sebagai sumber penyebar virus. Bukan pula antivirus buatan dalam negeri macam PC MAV, Smadav, Ansav, dsb sebagai biang keroknya. Tapi lebih kepada individu atau bahkan toko komputer yang menawarkan dapat menghapus virus tertentu.

Emang ada yang kayak gituan? Gue sebenernya sih enggak tau , tapi katanya sih ada bisnis macam itu... Katanya lho...

Hal itu sangat menimbulkan kecurigaan besar, walaupun saat ini sudah banyak programmer-programmer muda yang sangat mumpuni, tapi tetep aja hal itu sangat mencurigakan. Di sinyalir, oknum inilah yang menyebarkan virus dan sekarang membuat antivirusnya... Dan, menawarkan diri sebagai “pahlawan” yang bisa membunuh virus tersebut!!

Menurut gue sih (ini juga opini lho), hukumnya juga dosa. Karena dia membuat masalah, kemudian datang untuk membereskan masalah itu dengan imbalan uang, tanpa mau mengakui kalo dia lah sang sumber masalah... Gimana menurut kalian??

Wallahu ‘alam bishawab...

Penulis : degiam ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Ini Bisnis Haram atau Halal?? ini dipublish oleh degiam pada hari Sabtu, 18 Desember 2010. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 2 komentar: di postingan Ini Bisnis Haram atau Halal??
 

2 komentar:

  1. Itu jelas dosa bro,apa pasal?
    karena di tempat menyediakan minuman yang berakohol,sehingga mengundang para peminum..
    :)

    BalasHapus
  2. gagagaga...
    oke bos....jadi sepakat ya kalo miras itu haram?

    dari dolo juga gituu kaleee.... :O

    BalasHapus