Sains Melihat Hantu

Masih ingat film Ghostbuster?? Film Hollywood tahun 1984 ntuh..?? Ternyata film ini memberikan ide tentang perkara yang nggak pernah terlintas dalam benak kita. Hantu (dan maklus halus sebangsanya) bisa dicederakan dan diperangkap dengan peralatan sains dan teknologi. Ketika kebanyakan orang diganggu perasaan takut dan seraaaammm ketika membicarakan perihal makhlus halus ini, banyak diantara kita nggak menyadari bahwa kajian sains dan teknologi menemukan beberapa sifat dan ciri kelemahan jin dan hantu.


Berbeda dengan ahli agama, penyelidik/ilmuwan mencoba memecahkan teka-teki makluk halus itu dengan mencari penjelasan saintifik dengan mengkaji unsur kewujudan hantu dan jin dari sudut pandang sains. Hasil kajian selama puluhan tahun ini memang tidak diduga oleh kebanyakan kita.

Siapa menyangka... Film Drakula yang ada adegan drakula terbakar apabila terkena sinar matahari, dan film Ghostbuster yang ada adegan penangkapan dan penembakan hantu menggunakan peralatan elektronik....ternyata semuanya itu memiliki dasar.


Malah, beberapa kepercayaan yang dianggap khurafat (baca: takhayul) dalam masyarakat kita seperti meletakkan gunting besi disamping mayat atau menggantung cermin didepan pintu sebenarnya bisa dibuktikan secara sains untuk menghindari gangguan hantu atau jin.


Penyelidik yang juga Dekan Fakultas Sains Warna Universal, Universitas Perobatan Antarbangsa Sri Langka; Prof Dr Sir Norhisham Wahab, mengatakan bahwa hantu dan jin tidak memiliki unsur jasad menyebakan mereka tidak dapat dilihat, tetapi kewujudan mereka dapat dibuktikan dengan ilmu sains fisika quantum dan bisa dideteksi dengan teknologi gelombang.


“Hantu dan jin wujud secara tidak nyata karena tidak terikat kepada jisim (baca: jasad), gravitasi bumi serta bebas daripada ikatan karbon, molekul dan atom. Berbeda dengan manusia yang terbentuk daripada partikel atom atau unsur yang menyusun semua benda.”


“Hantu dan jin bagaimanapun termasuk dalam ghaib nisbi dan bisa diukur dengan menggunakan gelombang bunyi dan gema,” kata Prof Dr Sir Norhisham Wahab yang mendalami kajian dalam bidang ini selama sembilan tahun.


Katanya, apabila kajian sudah memahami bagaimana unsur hantu dan jin dari sudut fisik, usaha terpenting yaitu membantu manusia menghindari gangguan jin dan hantu dapat dilakukan pembuatan penawar dan pemulihan menggunakan teknologi.


Dr Norhisham berkata, jin dan hantu terdiri daripada unsur gelombang, mereka dapat menguasai ruang dan waktu didalam tubuh manusia yang mampu memberi/menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan hingga ke tahap mental.


“Tubuh manusia yang memerangkap gelombang ‘tidak sehat’ memberikan kesan kepada seseorang yaitu kesan negatif terhadap jiwa seperti mengalami kelesuan kronik, gangguan mental, merasa sakit ini sakit itu, dsb. Ketika si pesakit memeriksakan diri ke dokter, dokter malah bilang nggak ada penyakit apa-apa kok, tetapi anehnya si pesakit merasa dia mengidap suatu penyakit. Hal ini adalah salah satu tanda dari gangguan jin.” katanya.


Beliau berkata, untuk merawat gangguan jin dan hantu, kaedah pemulihannya adalah dengan mengambil kembali ruang dan waktu pada tubuh atau organ manusia yang diresap jin atau hantu.


Suatu gelombang infrasonik berfrekuensi amat rendah namun lebih kuat direkam secara konstan dan kontinyu, dipancarkan sehingga mengganggu gelombang hantu yang sudah meresap ke suatu bagian tubuh; apabila hantu itu merasa tidak nyaman, mereka akan keluar dengan sendirinya dan pesakit kembali pulih.


“Bagi saya gangguan hantu tidak berbahaya jika dapat dirawat pada tahap awal. Amalan bacaan surat Yasin bisa untuk mengaktifkan reaksi kimia didalam darah dan ini didapati bisa memberi tekanan kepada hantu yang tidak dapat bertahan apabila peningkatan oksigen didalam aliran darah sebagai tenaga murni.”


“Walaupun pada tahap awal kerasukan, tubuh pesakit seperti menjadi medan pertempuran untuk mengusir hantu yang menyelinap ke dalam ruang tubuh tersembunyi, namun akhirnya keadaan akan kembali seperti asal.”


“Sebaiknya untuk merawat dari kerasukan, sapukan air dingin atau es yang akan memberi keseimbangan melalui rakaman gelombang infrasonik yang bersamaan dengan frekuensi doa yang ikhlas. Itu sudah cukup untuk mengeluarkan gelombang hantu serta mengembalikan ruang dan waktu pada tubuh korban,” katanya.


Katanya lagi, seperti halnya kerasukan atau gangguan hantu, perkara yang lebih berbahaya adalah sihir yang mampu menyebabkan kematian, istri membenci suami secara tiba-tiba, gangguan terhadap kesehatan fisik dan menyebabkan pasangan tidak mendapat anak.


Dalam kasus pasangan tidak mendapat anak akibat sihir, beliau berkata, ruang dan waktu pada rahim isteri sudah dikuasai jin yang akan memakan benih suami atau isteri. Pihaknya akan memasukkan gelombang berfrekuensi rendah yang sama dg frekuensi ovum dan sperma, secara berterusan untuk mengusir gelombang jin dari rahim isteri.


“Banyak kasus rawat yang saya jalankan menemui pelbagai benda asing pelik seperti serbuk kayu, kalajengking dan permata keluar secara ghaib apabila gelombang dimasukkan ke dalam tubuh korban malah ketumbuhan yang terjadi pada organ juga ghaib apabila gelombang berfrekuensi rendah direkam ke dalam air mandiannya,” katanya.


Usaha memancarkan gelombang untuk merawat gangguan makhluk halus juga sebenarnya tidaklah sesukar seperti yg kita bayangkan, tidak perlu peralatan menyerupai senjata, mesin yang besar sebaliknya gelombang bisa ditangkap dalam medium seperti air dan unsur yg sesuai.


“Kami menciptakan alat radionik yaitu teknologi yg merekam 99 frekuensi gelombang berdasarkan 99 getaran tenaga atom di dalam sukros dan pesakit hanya perlu memakan pil itu secara berterusan untuk memancarkan gelombang ke dalam tubuh,” katanya.


Sesuatu yang menarik adalah teori drakula akan terbakar jika terkena cahaya matahari adalah benar. Hantu memiliki gelombang tidak seimbang, dan cahaya matahari berfungsi menyeimbangkan gelombang alam. Apabila gelombang tidak seimbang terkena cahaya matahari, ia akan musnah karena gelombangnya menjadi seimbang dan hantu itu akan terbakar.


Besi mampu memerangkap gelombang buruk/negatif dan hantu tidak menyukai medan listrik, jadi konsep hantu ditembak dengan alat listrik untuk dicederakan dan disimpan dalam kotak besi seperti film Ghostbuster adalah benar.


Begitu juga dengan amalan meletakkan gunting besi dekat mayat kerana besi mampu menangkap atau menarik muatan listrik positif pada seseorang apabila seseorang itu meninggal dunia.


“Cermin mampu menyerap cahaya termasuk gelombang elektromagnetik yang memiliki kesan radiasi yang bisa mengganggu gelombang hantu dan jin. Perkara-perkara seperti ini bukan khurafat tetapi kita perlu memahami konsepnya,” katanya.


Suatu fakta ironis adalah kebanyakan manusia takut hantu walaupun pada hakikatnya, hantu juga takut berhadapan dengan manusia karena penglihatan manusia memiliki foton cahaya yang cenderung mengeluarkan atau memancarkan elektron untuk membentuk ion positif.


“Hantu juga terbentuk dari ion positif dan apabila ion positif bertemu dengan ion positif dalam kesatuan tenaga elektrik, ia mampu menciderakan atau menghindarkan mereka,” katanya.


Fakta Hantu dan Jin

Dari sudut sains, secara umum hantu atau jin nggak suka dengan cairan gas nitrogen, es, garam, oksigen, cahaya, karbondioksida, frekuensi kurang satu Hertz dan wewangian tertentu. Hantu gemar dengan cuka, cendawan, bahan yang cepat busuk, bahan yang tinggi kandungan serat, gas beracun, bahan yang cepat teroksida (yg bereaksi dengan oksigen), kandungan natrium yg tinggi, busuk dan kotor.


Dzikir memiliki gelombang tetap dan apabila diamalkan secara terus-menerus, gelombang dzikir akan menguasai ruang kosong pada tubuh manusia dan menjadikannya pejal (baca: kuat, keras) menyebabkan tiada lagi ruang untuk dimasuki gelombang asing seperti hantu atau jin.


(sumber: fadlisyar.multiply.com)

Penulis : degiam ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Sains Melihat Hantu ini dipublish oleh degiam pada hari Selasa, 26 April 2011. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Sains Melihat Hantu
 

0 komentar:

Posting Komentar